DAERAH PERBATASAN INDONESIA KRISIS
IDENTITAS NASIONAL!!!
#2019pulihkanidentitaskita
Ditulis Oleh: Imbar Desi Mutri Yanti
A1 Pendidikan Sejarah
1810111120020
Pernahkah anda mendengar bahwa suatu
bangsa atau negara memiliki kesamaan dengan bangsa yang lainnya? Mungkin akan
ada beberapa jawaban yang menunjukkan adanya kesamaan yang dimiliki oleh suatu
bangsa dengan bangsa yang lain. Namun, sebenarnya setiap negara memiliki ciri
khas nya masing-masing yang tentu saja dapat membedakannya dengan bangsa yang
lain. Hal ini disebut dengan IDENTITAS NASIONAL. Menurut Heru Puji Winarso, dkk
(2019:12) identitas nasional pada hakikatnya merupakan manifestasi nilai-nilai
budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan suatu bangsa
dengan ciri-ciri khas. Maka dari itu, ciri-ciri khas tersebut akan menjadi
pembeda suatu bangsa dengan bangsa yang lainnya.
Setiap bangsa memang harus memiliki
identitas nasional agar bangsa tersebut dapat dikenal oleh bangsa yang lain.
Bangsa tanpa identitas nasional bisa diibaratkan seperti “tumbuhan tanpa akar”.
Mengapa demikian? Identitas nasional sejatinya adalah sebuah jati diri yang
membentuk sebuah bangsa. Begitu juga akar yang berfungsi sebagai penyokong
kehidupan tumbuhan. Ketika sebuah bangsa tidak memiliki identitas nasional maka
akan terombang-ambing di antara pekembangan zaman. TIdak ada yang mampu
mengokohkan bangsa tersebut. Jati diri merupakan bagian terpenting dari proses
terbentuknya sebuah bangsa dan negara. Di mana jati diri inilah yang menjadi
latar belakang sekaligus ciri khas dari bangsa dan negara tersebut.
Sumber foto: http://martinasarmauli.blogspot.com/2017/03/identitas-nasional.html
|
Namun, adanya beberapa pulau yang berada
pada lokasi strategis di sekitar perbatasan negara menjadi kekhawatiran banyak
pihak atas keamanan dari penguasaan asing atau negara tetangga. Hal ini karena
ditemukan fakta bahwa terdapat minimnya perhatian pemerintah terhdap
pekembangan daerah perbatasan tersebut. Tidak heran jika warga daerah
perbatasan di Indonesia lebih banyak berinteraksi dengan negara tetangga. Mulai
dari melakukan transaksi jual-beli dengan negara tetangga bahkan dengan
menggunakan mata uang negara tetangga. Fakta yang sangat miris lainnya adalah
penggunaan bahasa yang beralih menggunakan bahasa campuran dengan bahasa negara
tetangga dan juga gaya hidup dan budaya yang mengikuti negara tetangga. Tidak
heran jika mereka (warga daerah perbatasan) lebih mengenal tentang negara
tetangga ketimbang ibu pertiwi bangsa Indonesia. Begitulah ironi yang terjadi
di daerah perbatasan negara Indonesia dengan negara tetangga. Hal ini
menyebabkan terjadinya pergeseran identitas nasional warga negara Indonesia
yang berada pada daerah pebetasan tersebut secara perlahan.
Lalu, apakah mereka harus disalahkan?
Nyatanya hal ini tidak sepenuhnya merupakan kesalahan warga Indonesia di daerah
perbatasan tersebut. Sudah seharusnya pemerintah Indonesia lebih memperhatikan
pembangunan di daerah perbatasan negara. Mengembangkan daerah perbatasan sudah
semestinya menjadi salah satu proyek utama pemerintah dalam membangun bangsa
ini. Apa jadinya jika warga di daerah perbatasan tersebut benar-benar melupakan
identitas nya sebagai bagian dari bangsa Indonesia? Jangan sampai hal seperti
itu terjadi. Peningkatan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan adalah kunci
utama untuk mencegah hal itu terjadi. Selain dibutuhkan pean pemerintah, peran
seluruh warga negara bangsa Indonesia sangat dibutuhkan dengan melakukan segala
upaya unutuk selalu menjaga, melestarikan dan menegakkan identitas nasional
bangsa kita. Mulai dari sekarang mari kita sadarkan diri untuk tetap menjaga
identitas nasional bangsa Indonesia #2019pulihkanidentitaskita !!!
Sumber:
Winarso, Puji Heru dkk. 2019. Pendidikan Kewarganegaraan.
Banjarmasin: FKIP Universitas Lambung Mangkurat
semoga artikel ini bermanfaat><
